Fashion dapat menjadi sebuah ekspresi estetika popular pada suatu tempat dan waktu tertentu. Dengan konteks spesifik seperti pakaian, sepatu, gaya hidup, aksesories, make-up, gaya rambut hingga bentuk tubuh, fashion sering kali menjadi manifestasi pola pikir manusia terhadap isu dan fenomena. Oleh karena itu, fashion-pun identik dengan perubahan dan perkembangan.
Fashion berubah dan berkembang tidak secara linear dengan meninggalkan yang terdahulu. Tidak ada yang benar-benar baru dan tidak ada yang benar-benar kuno dalam fashion. Namun fashion berkembang secara siklis teratur dengan periodisitas di dalamnya seperti lapisan bawang merah yang berlapis, dari lapisan paling dalam hingga lapisan paling luar. Lapisan paling luar tidak akan ada tanpa adanya lapisan paling dalam, begitu pula sebaliknya. Tren fashion masa kini tidak terlepas dari tren fashion masa lalu. Fashion masa kini bisa jadi terinspirasi oleh fashion masa lalu.
Seperti back to the future, menggali masa lampau untuk mendapatkan sebuah ide yang diperuntukkan bagi masa depan. Past and beyond, mendatangkan sebuah rasa nostalgic dengan tata yang modern. Membawa pemirsa untuk kembali merenungi unsur-unsur tradisi Indonesia dalam sebuah material, teknik hingga motif yang disajikan pada lembaran kain, aksesoris hingga busana.